Kamis, 09 Oktober 2008

Mudik,...

Bismillahirrahmanirrahim,...

Bertemu keluarga di tanah kelahiran merayakan Idul Fitri bersama,.. mungkin suatu keharusan bagi beberapa orang, juga mungkin termasuk saya. Bisa jadi itu agenda wajib tiap tahun bagi semua orang yang meninggalkan kampung halamannya,.. Untuk orang-orang yang mengais rezeki di tanah orang berharap mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari pada di tanah sendiri. Atau untuk para pemuda yang meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu, berusaha sekuat tenaga untuk dapat berguna bagi keluarganya.

Pulang ke tanah kelahiran, berkumpul dengan keluarga besar, mengharap dapat bersimpuh dan mencium punggung tangan orang tua tercinta, memeluk satu persatu tubuh anggota keluarga terkasih. Untuk meminta maaf atas segala khilaf, yang pernah,.. bahkan sering sekali dilakukan di masa lalu,..

Tapi terkadang acara wajib setahun sekali itu kerap kali ternodai oleh kejadian-kejadian tak diharapkan. Mulai dari macet, kecelakaan lalu lintas, atau bahkan ulah tangan-tangan jahil yang sangat meresahkan,. Memanfaatkan tradisi mudik yang telah mengakar kuat untuk mencari sesuap nasi dari harta yang tak kan pernah halal,. Juga ulah para calo yang sangat membuat geleng-geleng kepala, memanfaatkan membludaknya para pemudik dengan melambungkan harga tiket,..innalillahi,… Padahal untuk bisa pulang ke kampung halaman mungkin itu uang yang telah dikumpulkan bertahun-tahun, tapi selalu habis terkuras karena ulah para calo,..

Berita di media cetak dan media televisi penuh dengan pemantauan kegiatan mudik, dari macet totalnya jalan tol sampai kejadian kecelakaan tragis karena kelalaian pengendara atau tak layaknya kondisi kendaraan. Sangat miris rasanya mendengar banyaknya nyawa melayang hanya karena berlomba-lomba menyusuri jalan-jalan dengan mimpi mencapai tanah kelahiran untuk berkumpul dengan keluarga besar tercinta. Lebih miris lagi ketika membayangkan mendungnya Idul Fitri anggota keluarga yang ditinggalkan, yang seharusnya penuh dengan suka cita merayakan hari kemenangan, sekarang semua berubah jadi duka mendalam karena tak dapat bertemu anggota keluarga yang nyawanya terenggut dalam hiruk pikuknya tradisi mudik,..

Juga berita tentang terbakarnya sebuah perumahan, karena ditinggalkan pemiliknya yang juga tengah asyik dengan kegiatan mudiknya merayakan lebaran. Apa yang akan dia lakukan ketika pulang ke rumah yang beberapa hari yang lalu mereka tinggalkan, sekarang telah berubah total, menjadi puing-puing tak beraturan akibat ganasnya si jago merah,..

Ya, memang semua itu tidak hanya terjadi di tahun ini saja,. Setiap tahun tradisi mudik memakan korban, nyawa melayang atau harta benda menghilang,…

Tapi semua itu titipan Allah, karena sewaktu-waktu ketika Dia mau mengambil, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa,.. karenanya dibutuhkan keikhlasan yang amat sangat, yang mungkin sangat sulit menerapkannya.

Semoga mereka-mereka selalu dirahmati Allah,

Diberi ketabahan menghadapi semuanya, cobaan dan pukulan…

Karena memang ketetapan Allah yang berlaku,..

Semoga ada pengganti yang jauh lebih baik, karena Allah tidak pernah merugikan umat-Nya,….

Amiin,…

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com