Pulang ke kampung halaman, mungkin bisa jadi salah satu agenda wajibku setahun sekali,. Bersimpuh dan memeluk orang tuaku sesuatu yang sangat kurindukan,…
Dan akhirnya, Idul Fitri tahun ini pun sukses kurayakan dengan ketupat lebaran khas mama,. Setelah sebelumnya kebimbangan akan mudik naik apa, dapet tiket atau gak? :-) sampai bingung bagaimana meminta izin mudik ke para dosen,..
Terlalu banyak yang berubah, sampai aku hanya terfokus akan perubahan rumah mungilku, perubahan lingkungan sekitar rumahku, teman-temanku yang sekarang sudah dewasa,.
Sampai suatu malam ba'da tarawih, ketika baru selesai merampungkan tilawahku,. Aku melihat mama tertidur disampingku, dengan wajah damai,.. tapi terlihat jelas gurat kelelahan disana, kuperhatikan dengan seksama,..
Tak lama, datanglah abah sepulang dari ceramah di masjid yang rada jauh dari rumahku,.. Baru kusadari abah yang dulunya berbadan tegap, kekar, tangguh,. Sekarang terlihat sedikit melemah, tidak sekuat dulu. Punggung yang dulu acap kali menopang tubuhku, sekarang terlihat letih,. Walau semua itu tidak mengurangi sedkitpun wibawa dan tangguhnya abahku.
Yaa Allah, perubahan sebesar ini tidak terlihat olehku,. Baru kusadari sekarang,…
Orang tua yang membesarkanku, yang melimpahkan kasih sayang berlipat ganda tanpa batas sekarang telah melemah,.. kenapa tak terpikirkan Ya Rabb,..??
Banyak sekali kesalahan yang kubuat pada kalian, banyak sekali khilaf yang kulakukan pada kalian,.. Maaf hai orang tua tercintaku,… maafkanlah dosa anakmu ini,.. Ampun Yaa Rabb, telah banyak kusakiti orang tuaku, belum banyak bakti yang kuberikan padanya,…
Idul Fitri ini terasa begitu berarti, karena kusadari apa yang selama ini tak terlihat jelas olehku,.. Khidmat bersimpuh padamu terasa begitu menyejukkan, tetaplah menjadi orang tuaku yang kuat, yang tangguh,…
Terimakasih untuk semuanya,…
Cinta dan kasih sayang kalian,…
Yaa Allah,...
Buatlah 2 mutiaraku bahagia,…
Amiin,..

0 komentar:
Posting Komentar