Kamis, 09 Oktober 2008

Fenomena Ayat-Ayat Cinta

Bismillahirrahmanirrahim,...

Membludaknya penonton, membuat banyak orang terperangah. Bukan karena sukses filmnya, tapi lebih karena jenis film yang tidak biasa. Sebuah film yang mengangkat lika-liku kehidupan seorang mahasiswa asal indonesia yang menuntut ilmu di Al-Azhar, sebuah cerita adam dan hawa yang berbalut nuansa Islami. Bercerita banyak tentang kehidupan cinta sang fahri, sosok yang sekarang banyak dielu-elukan oleh para kaum hawa.


Layaknya wabah, film ini telah merajalela dimana-mana. Film yang diangkat dari novel besutan kang abik ini menyihir banyak mata, dari anak sekolah sampai orang dewasa, dari murid sampai guru-guru, dari para pejabat sampai mahasiswa berlomba-lomba memadati bioskop-bioskop yang menayangkan film ini. Gak tanggung-tanggung, di bandung sampai ada bioskop yang menayangkan film ini dalam 2-3 studio sekaligus dalam waktu yang bersamaan, karena besarnya animo masyarakat akan film yang dibintangi Fedi Nuril ini,.


Fenomena film ini tidak hanya berlangsung sebentar, mungkin AAC telah membuat rekor baru dalam dunia perfilman. Ibu-ibu sampai membicarakan film ini ketika belanja di 'mang tukang sayur', sibuk mendambakan calon menantu sedahsyat fahri, para mahasiswi juga di sela-sela kuliahnya sangat berbangga hati telah berhasil menyaksikan akting keren carissa putri sebagai maria, pemuda-pemuda pun tak ketinggalan membicarakan anggunnya Rianti Cartwright dalam balutan busana muslimah tertutup rapi.


Tapi sayang sungguh sayang, film yang mengangkat kehidupan cinta berbalut nuansa islami ini hanya menjadi pembicaraan dan obrolan hangat, 'alangkah bahagianya kalo dapat suami seperti fahri', 'wah, aisha emang calon istri idaman', 'bagus ya filmnya,'..

Miris rasanya mendengar banyak pengharapan seperti itu, bukan karena pengharapannya, tapi karena tidak adanya inisiatif dari para penikmat AAC, yang mereka sendiri merasa memang seperti inilah seharusnya seorang muslim dan muslimah. Tapi sebagian adegan dan kejadian dalam film ini yang seharusnya menjadi teladan dan panutan, hanya dianggap sekedar hiburan semata,. Tak terbersit untuk meneladani apa yang memang harus diteladani dari film ini,.


Alih-alih merenungi dan menggali hikmah dari film ini, bahkan banyak ikhwan-akhwat menonton film ini di bioskop tanpa rasa malu karena dianggap wajar,.. innalillahi,..


Entah salah siapa, yang jelas pendapat pribadi bahwa inti dan hikmah yang seharusnya banyak bisa dipetik dari fim ini sangat tidak tersampaikan, tidak banyak orang yang mengerti betul apa yang mau disampaikan film ini,. Toh, setelah menonton film ini tidak banyak perubahan,..


Namun, Alhamdulillah ada seorang sahabat yang mungkin tersentil oleh film ini dan berhasil memetik hikmah dan pesan dari film ini, sekarang dia telah jauh berubah dan meninggalkan hubungan yang belum halal,.. Semoga beliau diberi keistiqamahan,.. Amiin,…

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com