Senin, 17 November 2008

Mencari Spirit yang Hilang,..

Bismillahirrahmanirrahim,...


Siapa yang mengerti, akan bagaimana rasanya ini,...
Siapa yang bisa menjawab bagaimana mengalahkannya,...
Siapa yang bisa membantu, menghilangkan resah dalam diri???

Agar bisa kembali,... menemani tekad yang bulat
Supaya tidak tersisa rasa lemah yang menyiksa,

Sungguh kasihan melihat diri yang termenung menyesak hati
Merasa bersalah akan amanah yang tertunaikan jauh dari cita-cita

Siapa yang bisa membantu???
Agar tak terus terpuruk dalam kegagalan semu

Padahal kegagalan adalah sesuatu yang indah jika hikmahnya berhasil mengguncang diri,... Karena tak ada kejadian yang tak bermakna,...


Hikmah,...
Ya, hikmah,...
BAntu aku mencari spirit yang hilang,...!!!

Minggu, 09 November 2008

Batikku yang malang,..

Bismillahirrahmanirrahim,...


Saat isu ‘pencurian’ Batik sedang hangat-hangatnya, saat Batik Indonesia diclaim milik asli orang Malaysia,. Orang Indonesia baru bangun, baru tersadar ada yang hilang,.
Sekarang banyak bermunculan baju-baju bercorak batik, sampai sepatu, tas pun ikut-ikutan berbatik ria. Aneh memang, batik yang merupakan kekayaan asli milik Indonesia ini baru terlihat mempesonanya oleh orang domestik setelah orang luar menyadari keindahannya,. Setelah terjadi insiden kepemilikan Batik, orang Indonesia baru mulai demam batik yang sebenarnya telah ada dari puluhan tahun yang lalu ini.
Ternyata benar kata pepatah, kita baru akan merasa memiliki sesuatu setelah sesuatu itu hilang. Saat batik telah disadari harganya oleh orang luar, orang Indonesia baru melek dan dengan lantang bilang “Batik asli milik Indonesia”
Hhmm,,,

Bapak tukang tambal ban,…

Bismillahirrahmanirrahim,...


Hari itu sedikit mendung. Aku diatas motorku sedang melaju di jalan raya, mengejar waktu agar bisa secepatnya tiba di Jatinangor. Seabreg agenda menungguku setelah selesai memberi privat pada siswa-siswa di bandung. Tapi keinginanku agar bisa sampai secepatnya di Jatinangor sedikit terhambat….
Ban motorku bocor.
Aku berhenti tepat di depan sebuah bengkel besar, tapi saat itu banyak motor yang sedang antri menunggu giliran diservis. Mengira akan menunggu lama, aku pun mendorong motorku mencari bengkel lain, walau sebenarnya jauh lebih baik aku duduk tenang dan menunggu di Bengkel besar yang nyaman itu. Tapi entah kenapa tidak terfikirkan saat itu, di benakku hanya ada kalimat ‘perbaiki motorku secepatnya’.
Lama mendorong belum juga terlihat tanda-tanda bengkel,. Cuaca teriknya Kota Bandung dan Peluh yang menetes sedikit menggodaku untuk beristirahat, tapi entah kenapa tak jua kulakukan,. Lebih tergoda untuk segera menemukan seseorang yang bisa membantuku agar aku bisa segera sampai di Jatinangor.
Akhirnya kutemukan, sebuah tempat tambal ban mungil terselip antara toko penjual helm dan penjual tanaman hias pinggir jalan. Tempat tambal ban itu seperti tak bernyawa, hanya ada seperangat alat bengkel tradisional dan alat pengisi angin ban (entah apa namanya). Bapak sang empunya bengkel kecil yang awalnya duduk termenung di depan bengkelnya ini terlihat sumringah melihat ada pelanggan yang datang ke usaha kecilnya. Dengan segera menghampiri dan bertanya apa yang perlu ia bantu walau sebenarnya ia pasti melihat ban depanku kempes tanpa angin.
Dengan sigap ia menambal ban depanku,. Selama proses penambalan, kita banyak ngobrol. Ternyata seorang bapak yang usianya mungkin sudah mencapai kepala 6 ini, masih saja rajin bekerja dan berusaha keras membangun bengkel kecil-kecilan untuk bertahan hidup. Ketika ditanya tentang penghasilan., sedikit mencengangkan, dengan penghasilan yang seminim itu ia masih terus berusaha tanpa lelah meneruskan bengkel mungilnya. Padahal kalau dibandingkan dengan biayaku sehari sangat jauh berbeda. Lalu, dengan hidup yang semakmur ini masihkah aku ingin lebih? Masihkan tidak ada rasa syukur? Ya Rabb, maaf,…
Bapak tukang tambal ban, mungkin hanya secuil potret orang-orang yang kekurangan di negeri ini,. Tapi semangatnya, tidak akan pernah kalah oleh anak muda,. Semangatnya mengajarkanku banyak hal, tenyata kesulitan tidak selamanya membuat orang tidak bahagia, buktinya dia pasti jauh lebih bahagia daripada konglomerat yang menyembunyikan hasil korupsi dan tak pernah tenang menutup rapat-rapat aibnya itu.
Terima kasih bapak,…
Memang hidup itu keras, tidak mudah. Tapi setiap orang punya jalannya masing-masing,. Dan Allah yang lebih mengerti mengapa jalan ini yang kita harus lewati, karena hanya Allah yang paham akan seperti apa kita nantinya,…
Semoga kebahagiaanmu akan tetap selalu menjadi semangatmu pak! Hormatku padamu,. Tetaplah jadi bapak tukang tambal ban yang semangat, yang ceria, yang bekerja penuh rasa Ikhlas, dan Bapak tukang tambal ban yang takut pada Allah,….

Saat Rasa Malu Telah Lenyap,…

Bismillahirrahmanirrahim,...


Apa jadinya jika manusia sudah kehilangan rasa malunya?
Tak jarang kita melihat makhluk Allah yang terkenal dengan sebutan ‘wanita’ berkeliaran dengan pakaian yang mengumbar aurat yang seharusnya ditutup dan memang wajib ditutup! Bahkan mereka yang notabene seorang muslimah pun ikut berlomba-lomba mengumbar auratnya dengan dalih mengikuti tren. Pakaian yang hanya layak dikenakan di rumah ini pun menjadi biasa dan sangat wajar di kalangan wanita, terutama ABG dan para mahasiswi. Mereka tanpa rasa malu sedikit pun berseliweran di tempat-tempat keramaian, dengan cuek bebek berlenggak-lenggok dengan baju yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya,.. Bangga karena mengikuti tren, bangga karena tubuhnya yang menurutnya ideal, atau mungkin bangga karena auratnya telah dilihat semua orang.
Perempuan adalah makhluk Allah yang paling indah, tapi keindahan itu akan terlihat pada waktunya nanti. Bukan untuk dipertontonkan atau menjadi konsumsi khalayak ramai. Jagalah dirimu wahai wanita,… Atau bahkan bisa jadi tujuan mereka mengumbar aurat itu untuk memikat kaum Adam, Hei!!! Sadarlah para wanita!!! Tidakkah kalian tau mereka tersiksa? Jangan kalian memancing mereka untuk berbuat hal yang sebenarnya juga tidak pernah kalian inginkan. Dan jangan pernah kalian marah, kesal atau bahkan menuntut pelecahan atau apapun yang dilakukan para lelaki, karena semua berawal dari kalian. Setidaknya bantu mereka untuk tidak berbuat dosa!
Makhluk yang tak punya rasa malu tidak ada bedanya dengan binatang ternak! Apakah tidak masalah kalian disamakan dengan ayam, kambing, onta???
Sadarlah wahai kaum hawa, perbuatan yang seperti itu menjadikan kau sungguh memalukan. Perbuatanmu telah mencoreng kesucian wanita yang sangat dijaga dalam Islam. Tidak tersisakah rasa malu dalam dirimu? Masih adakah harga dirimu? Atau mungkin telah terjual karena sebuah tren????
Lalu, apa bedanya kalian dengan para pelacur yang sangat mudah mempertontonkan auratnya? Bahkan mungkin mereka lebih ada harganya, mereka dibayar, kalian…???
“Kata Rasulullah, ada golongan penduduk neraka yang tidak akan pernah aku pandang, yakni : Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan kepalanya bagaikan punguk unta yang miring. Mereka tidak masuk Surga, tidak pula mencium baunya, meskipun Surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Roket dan Parasut,…

Bismillahirrahmanirrahim,...


BBM, pasti semua lapisan masyarakat bergantung sekali pada kebutuhan yang satu ini,. Dan BBM dapat mempengaruhi segalanya,. Naiknya BBM berdampak pada harga bahan kebutuhan hidup lainnya, dari mulai kebutuhan pokok sampai kebutuhan sekunder, apalagi kebutuhantersier. Tak heran jika ketika kenaikan BBM beberapa bulan lalu ditentang keras oleh banyak masyarakat, tak sedikit yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya. Karena memang tidak bisa dipungkiri naiknya BBM menyengsarakan banyak pihak, terutama masyarakat kecil.
Sekarang, BBM dijanjikan akan turun. Banyak yang berasumsi bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM beberapa bulan lalu adalah keburu-buruan pemerintah dalam mengambil keputusan,. Dan sekarang malah banyak yang berpendapat bahwa kabar-kabar bahwa pemerintah akan menurunkan harga BBM tak lepas dari unsur politis, terkait dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Umum, 9 April 2009 nanti.
Siapapun yang duduk di pemerintahan mungkin harus memutar otak bagaimana dapat memakmurkan masyarakat Indonesia yang tidak bisa dibilang sedikit. Memang kadang serba salah, apa yang dilakukan pemerintah banyak yang pro dan kontra (walau memang kebanyakan kontra). Semoga beliau-beliau yang duduk disana sebagai wakil kita selalu diberi rahmat oleh Allah sehingga mereka dapat berpikir secara bersih dan tulus memikirkan rakyatnya, bukan menimbun harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi.
Entah seperti apa, yang jelas sekali terlihat adalah naiknya BBM bagai roket yang langsung melesat,… Dengan cepat mencapai sasaran di luar angkasa sana,. Mungkin pengibaratan ini sesuai dengan melesat naiknya harga BBM yang konon katanya menyesuaikan dengan harga minyak dunia. Gembar-gembor di media yang menyatakan tentang penurunan BBM mungkin nanti terkesan akan seperti penerjun payung yang memakai parasut, pelan,…
Naiknya bagai Roket, turunnya seperti parasut, ndut-ndutan,… Bahkan mungkin tidak sampai ke tanah, mungkin nyangkut di pohon,…

Template by : kendhin x-template.blogspot.com